Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

Analisis Kalimat Efektif Bahasa Indonesia dengan 6 Prinsip Agar Mudah Menganalisis Kesalahan Kalimat yang Tidak Paralel, Lengkap dengan Latihan Soal

Sebelum melakukan analisis kesalahan kalimat, kalian harus mampu melakukan analisis kalimat efektif bahasa Indonesia terlebih dahulu. Pelajari ciri-cirinya dan juga 6 prinsip, yang harus terpenuhi agar kalimat dapat dikatakan sebagai kalimat efektif. Selain itu, hal penting yang harus dikuasai adalah kalian memahami struktur kalimat dasar, kemudian bagaimana kalian memahami unsur-unsur kalimat dengan baik. Jika hal tersebut sudah kalian pahami, maka tidak akan sulit bagi kalian untuk menganalisis kesalahan kalimat yang tidak paralel.

Foto oleh Gustavo Fring dari Pexels

Kalimat Efektif adalah kalimat yang disusun berdasarkan kaidah-kaidah yang berlaku, seperti unsur-unsur penting yang harus dimiliki setiap kalimat (subjek dan predikat); memperhatikan ejaan yang disempurnakan; serta cara memilih kata (diksi) yang tepat dalam kalimat. Kalimat yang memenuhi kaidah-kaidah tersebut jelas akan mudah dipahami oleh kalian.

Ciri-Ciri Kalimat Efektif

Beberapa ciri kalimat efektif yang penting untuk dipelajari, antara lain:

  1. Memakai diksi yang tepat.
  2. Mempunyai unsur pokok atau penting, minimal subjek predikat (SP).
  3. Taat kepada aturan ejaan yang disempurnakan (EYD) yang berlaku.
  4. Melakukan penekanan ide pokok.
  5. Mengacu kepada penghematan penggunaan kata.
  6. Memakai kesejajaran bentuk bahasa yang dipakai.
  7. Memakai variasi struktur kalimat.
  8. Memakai kesepadanan antara struktur bahasa dan jalan pikiran yang logis dan sistematis.
  9. Mewujudkan koherensi yang baik dan kompak.
  10. Memperhatikan paralelisme.
  11. Merupakan komuniasi yang berharkat.
  12. Diwarnai kehematan.
  13. Didasarkan pada pilihan kata yang bijak.

6 Syarat atau prinsip yang harus terpenuhi agar bisa tertulis kalimat yang efektif adalah:

1. Kesatuan

Menurut Amran Tasai dan Arifin, kesatuan adalah keseimbangan  gagasan antara pikiran (gagasan) dan struktur bahasa yang digunakan. Kesatuan gagasan kalimat ini diperlihatkan oleh kesepadanan yang kompak dan kepaduan pikiran yang baik.

Ciri-ciri kesatuan:

Adanya subjek dan predikat yang jelas. Hindari menggunakan kata depan (di, ke, sebagai, dll)  sebelum subjek. Contoh kalimat kesatuan: 
Di rumah adat para petua mendiskusikan masalah kejahatan yang terjadi. (salah)
Para tetua adat mendiskusikan masalah kejahatan yang terjadi di rumah adat (benar)

Tidak terdapat subjek ganda. Misalnya:
Pembangunan jalan itu kami dibantu oleh warga desa. (Salah)
Dalam membangun jalan itu, kami dibantu oleh warga desa. (Benar)

Tidak menggunakan kata penghubung intrakalimat dalam kalimat tunggal.
Misalnya:
Kami datang agak terlambat. Sehingga kami tidak dapat mengikuti acara pertama. (Salah)
Kami datang agak terlambat. Oleh karena itu, kami tidak dapat mengikuti acara pertama. (Benar)

Predikat kalimat tidak didahului oleh kata yang
Misalnya:
Bahasa Indonesia yang berasal dari bahasa Melayu. (Salah)
Bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu. (Benar)

2. Kehematan

Menurut Finoza, kehematan adalah usaha menghindari pemakaian kata yang tidak perlu. Hemat di sini berarti tidak menggunakan kata-kata mubadzir, tidak menjamakkan kata yang sudah berbentuk jamak, dan tidak mengulang subjek. Dengan menghemat kata, kalimat menjadi padat dan berisi.

Contoh kalimat kehematan:

Karena ia tidak diundang, dia tidak datang ke pesta itu. (Salah)
Karena tidak diundang, dia tidak datang ke pesta itu. (Benar)

Presiden SBY menghadiri Rapin ABRI hari Senin. (Salah)
Presiden SBY menghadiri Rapin ABRI Senin itu. (Benar)

Dia hanya membawa badannya saja. (Salah)
Dia membawa badannya saja / Dia hanya membawa badannya. (Benar)

Para tamu-tamu. (Salah)
Para tamu / Tamu-tamu. (Benar)

3. Keparalelan

Menurut Amran Tasai dan Arifin, keparalelan merupakan kesamaan bentuk yang digunakan dalam kalimat itu. Maksudnya yaitu jika pada kata pertama berbentuk verba, maka kata kedua juga harus berbentuk verba.

Contoh Kalimat keparalelan:

Sang tutor menjelaskan, memaparkan, dan penerapan sebuah aplikasi pada para praktikan. (Salah)
Sang tutor menjelaskan, memaparkan, dan menerapkan sebuah aplikasi pada para praktikan. (Benar)

4. Kelogisan

Menurut Arifin dan Amran Tasai, kelogisan adalah ide kalimat itu dapat diterima oleh akal dan penulisannya sesuai dengan ejaan yang berlaku.

Contoh kalimat kelogisan:

Waktu dan tempat kami persilakan. (Salah)
Bapak dosen kami persilakan. (Benar) 

5. Kepaduan (Koherensi)

Menurut Finoza, koherensi adalah terjadinya hubungan yang padu antara unsur-unsur pembentukan kalimat. Merupakan syarat dari kalimat efektif agar diharapkan nantinya setiap informasi yang diterima tidak terpecah-pecah. Ciri-ciri contoh koherensi di bawah ini yaitu koherensi yang rusak karena tempat kata dalam kalimat tidak sesuai dengan pola kalimat.

Misalnya:

Ikan memakan adik tadi pagi. (Salah)
Adik memakan ikan tadi pagi. (Benar)

Selain itu, satu contoh lagi koherensi yang rusak karena menyisipkan sebuh kata seperti, daripada, atau tentang antara predikat kata kerja dan objek penderita.

Contoh kalimat kepaduan:

Mereka membahas daripada kehendak rakyat. (Salah)
Mereka membahasa kehendak rakyat. (Benar)

6. Ketepatan 

Menurut Finoza, ketepatan adalah kesesuaian atau kecocokan pemakaian unsur-unsur yang membentuk suatu kalimat sehingga tercipta pengertian yang bulat dan pasti.

Contoh kalimat tentang kesalahan dalam penggunaan tanda koma:

Sidik lupa bagaimana cara melukis, mengecat dan berjahitan. (Salah)
Sidik lupa bagaiaman cara melukis, mengecat, dan menjahit. (Benar)

Contoh kalimat efektif dalam paragraf
Contoh kalimat tidak efektif dalam paragraf

Saya ini adalah mahasiswa Universitas Gajah Mada, kebetulan saya kontrak rumah di daerah Stasiun Tugu. Jadi untuk pergi kuliah saya harus menggunakan transfortasi umum yaitu, Trans Jogja. Selain saya, Banyak para mahasiswa Gajah Mada yang tinggal di daerah Stasiun Tugu yang menggunakan fasilitas Trans Jogja sebagai sarana transportasi.

Contoh kalimat efektif dalam paragraf

Saya adalah mahasiswa Universitas Gajah Mada. Saya kontrak rumah di daerah Stasiun Tugu. Untuk pergi kuliah, saya menggunakan transportasi umum yaitu, Trans Jogja. Selain saya, banyak mahasiswa Gajah Mada yang tinggal di Stasiun Tugu menggunakan Trans Jogja sebagai sarana transportasi.

Latihan Soal

Soal 1
Kalimat berikut ini merupakan bagian dari sebuah paragraf panjang. Bacalah dengan cermat!
....
Setiap harinya dia keluar masuk hutan untuk merumput serta merawat dan menanam pohon.
[Akurat.com, 10 April 2017, 10:28 WIB dengan perubahan]

Kalimat di atas tidak efektif. Agar efektif, kalimat tersebut harus diubah seperti berikut ...
A. Setiap harinya dia keluar masuk hutan untuk merumput dan merawat dan menanam pohon.
B. Setiap harinya dia keluar masuk hutan untuk merumput karena pohon perlu dirawat.
C. Setiap harinya dia keluar masuk hutan untuk menanam dan merawat pohon sambil merumput.
D. Sambil merumput, setiap hari dia keluar masuk hutan karena pohon perlu ditanam dan dirawat.
E. Di samping merumput, setiap harinya dia keluar masuk hutan untuk menanam pohon dan dirawat.

Soal 2
Bacalah dengan cermat!
....
Yang membawa tas harap dimasukkan ke loker.

Kalimat di atas tidak efektif. Agar efektif, kalimat itu harus diubah seperti berikut ...
A. Yang membawa tas harus masuk ke loker.
B. Yang membawa tas harap dimasukkan ke loker.
C. Tas harap dimasukkan ke loker.
D. Tas harus memasukkan ke loker.
E. Loker dimasukkan ke dalam tas.

Soal 3
Bacalah kalimat berikut ini!
....
Hal yang harus diperhatikan soal sampah adalah cara membuang, memilah, dan pengolahannya.

Kalimat di atas tidak efektif. Agar efektif, kalimat itu harus diubah menjadi seperti berikut ...
A. Hal yang harus diperhatikan soal sampah adalah cara memilah, membuang, dan pengolahannya.
B. Hal yang harus diperhatikan soal sampah adalah cara mengolah, membuang, dan memilahnya.
C. Hal yang harus diperhatikan soal sampah adalah cara membuang, memilah, dan mengolahnya.
D. Hal yang harus diperhatikan soal sampah adalah cara mengolah, memilah, dan membuangnya.
E. Hal yang harus diperhatikan soal sampah adalah membuang, mengolah, dan memilahnya.

Soal 4
Kalimat yang di dalamnya terkandung unsur yang berlebihan atau melewah adalah ...
A. Kedua orang itu berpelukan.
B. Kedua orang itu memeluk-meluk.
C. Kedua orang itu saling berpelukan.
D. Kedua orang itu peluk-memeluk.
E. Kedua orang itu saling memeluk.

Soal 5
Kalimat yang di dalamnya terkandung unsur yang berlebihan atau melewah adalah ...
A. Kedua orang itu bersalam.
B. Kedua orang itu bersalam-salaman.
C. Kedua orang itu saling bersalaman.
D. Kedua orang itu bersalaman.
E. Kedua orang itu saling salam.

Soal 6
Kalimat yang di dalamnya terkandung unsur yang berlebihan atau melewah adalah ...
A. Kedua orang itu saling berkejaran.
B. Kedua orang itu kejar-mengejar.
C. Kedua orang itu saling berkejaran.
D. Kedua orang itu berkejar-kejaran.
E. Kedua orang itu saling kejar.



Post a Comment for "Analisis Kalimat Efektif Bahasa Indonesia dengan 6 Prinsip Agar Mudah Menganalisis Kesalahan Kalimat yang Tidak Paralel, Lengkap dengan Latihan Soal"