Jalan Menuju Pengelolaan Sampah di Indonesia Untuk Lingkungan Hidup yang Sehat

Table of Contents

Foto oleh Juan Pablo Serrano Arenas dari Pexels. Pengelolaan Sampah di Indonesia harus dimulai dari individu.

Sampah merupakan salah satu dari sekian banyak masalah dihadapi oleh Indonesia. Bagaimana tidak? Setiap hari masyarakat memproduksi sampah yang tidak dapat terbilang sedikit. Sayangnya, banyak yang abai terhadap apa yang telah diperbuat dan akibatnya sampai mencemari lingkungan begitu saja. Oleh karenanya, perlu adanya sosialisasi pengelolaan sampah di Indonesia sebagai jalan untuk menciptakan lingkungan hidup yang sehat. 

Nah, dalam rangka kegiatan proyek penguatan profil pelajar Pancasila atau P5, SMK Negeri 1 Kebumen mengadakan sosialisasi pengelolaan sampah, yang dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 31 Oktober 2023, dengan Narasumber Bapak Sri Hermanu Sasongko dari Dinas Lingkungan Hidup Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kebumen. 

Kegiatan ini dihadiri oleh murid kelas 10 dan Guru yang dalam hal ini bertugas sebagai fasilitator. Tujuannya adalah agar murid memahami bagaimana melakukan pengelolaan sampah di Indonesia untuk lingkungan hidup yang lebih sehat. Lebih mendasar dengan diadakannya sosialisasi pengelolaan sampah ini akan ada perubahan dari membuah sampah sembarangan menjadi budaya peduli sampah.

Sosialisasi pengelolaan sampah di Indonesia yang disampaikan oleh Bapak Sri Hermanu Sasongko membahas banyak hal, seperti apa penyebab, siapa yang memproduksi, mengapa lingkungan dapat tercemar, dan bagaimana mengatasi sampah yang setiap harinya yang selalu menumpuk.

Prosesnya, sampah yang diproduksi oleh tiap-tiap individu nantinya akan dikelola di tempat pengelolaan akhir. Yang menjadi kesulitan adalah di beberapa tempat masih banyak sampah yang dicampur antara organik dengan anorganik. Hal tersebut yang memberikan dampak buruk utamanya bagi masyarakat yang tinggal di dekat TPA tersebut. 

Dalam penyampaian sosialisasi pengelolaan sampah di Indonesia, sudah semestinya untuk mengantisipasi hal tersebut akan lebih baik apabila tiap individu dapat memilah secara benar dan teratur. Jadi, sebelum sampah diangkut oleh truk menuju pembuangan akhir, sampah sudah dalam keadaan terpisah. Dengan demikian dapat mempermudah dalam proses pengelolaan sampah di Indonesia, khususnya di wilayah TPA itu sendiri.

Selain dikelola di TPA, setiap individu juga dapat mengurangi penggunaan sampah dan memanfaatkannya dengan menerapkan prinsip 3R yaitu reduce atau mengurangi, Reuse atau menggunakan ulang dan recycle atau mendaur sampah. Kita dapat menerapkan prinsip tersebut dengan cara mengurangi sampah yang paling sering digunakan, contohnya saja plastik, apabila kita membeli es di kantin, bisa menggunakan tempat minum yang dibawa. Kemudian, ketika membeli botol air mineral, kita bisa menggunakan botol tersebut untuk diisi kembali dengan air galon. Contoh lainnya adalah mendaur ulang bahan bekas ataupun barang yang sudah tidak terpakai menjadi barang yang memiliki nilai jual. 

Adapun jalan lain pengelolaan sampah di Indonesia dapat dilakukan melalui teknologi ramah lingkungan dengan membangun industrialisasi pengelolaan sampah yaitu waste to energy, misalnya instalasi pengelolaan sampah menjadi energi listrik. Ada waste to animal feed, contohnya pengelolaan sampah organik dengan biokonversi maggot atau  waste to material dengan recycle atau mendaur ulang. 

Sampah memang selalu menjadi permasalahan yang kompleks. Maka perlu adanya pengelolaan sampah di Indonesia secara komprehensif. Penting dilakukan pengelolaan dengan baik agar dampaknya tidak berkelanjutan dan merugikan. Secara sederhana, pilah sampah sesuai dengan jenisnya, daur ulang sampah, dan pastikan kurangi penggunaan barang yang hanya sekali pakai. Dengan demikian, harapan untuk mewujudkan lingkungan hidup yang sehat dapat terwujud.

Irwan Fyn
Irwan Fyn Seorang Guru dan Blogger Pemula. Terima kasih atas kunjungan Anda, mari ramaikan.

Post a Comment