Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

4 Program Merdeka Belajar dalam Episode yang Diluncurkan Nadiem Makarim

Merdeka belajar merupakan konsep pendidikan yang membangun situasi belajar menyenangkan dan memberikan kebebasan kepada peserta didik dalam memilih sumber belajar yang menarik. Situasi tersebut didukung oleh pola berpikir guru yang harus mandiri, kreatif, dan berani melakukan perubahan yang positif. Nah, untuk mendukung konsep belajar tersebut, Nadiem Makarim meluncurkan4 program merdeka belajar.

Bermula dari keluhan orang tua terhadap sistem pendidikan nasional, yang kemudian disambut positif oleh Mas Menteri Nadiem. Terciptanya suasana belajar tanpa tekanan dan bahagia yang menjadi harapan banyak orang tua, kini perlahan mulai terwujud. 

4 Program Mereka Belajar dalam Episode yang Diluncurkan Nadiem Makarim. Foto oleh Pixabay

Pada intinya, merdeka belajar dimaksudkan untuk memberikan keleluasaan kepada guru untuk mengeksplorasi potensi dan kebutuhan belajar peserta didik. Adanya kemerdekaan bagi guru untuk mengungkapkan kritik dan pesan terkait kebijakan pendidikan agar lebih bermutu. Berikut ini adalah 4 program merdeka belajar yang perlu kita simak.

1. Episode 1 Program Merdeka Belajar 

Ada beberapa kebijakan yang diambil oleh menteri pendidikan dan kebudayaan terkait program pada episode 1 ini. Kebijakan ini disampaikan pada acara Rakor bersama Dinas Pendidikan Provinsi dan Kabupaten/Kota di Jakarta, 11 Desember 2019.

a. Penghapusan UN

Kebijakan ini masuk dalam 4 program merdeka belajar. Kita masih ingat tentang betapa menakutkannya ujian nasional kala itu. Ibarat kita mau bertempur di medan perang, siap tidak siap tetap harus berlaga sekuat tenaga dan pikiran. Logikanya, hidup dan mati ditentukan hanya dalam satu hari tersebut atau beranalogi lebih jauh, sekian lama belajar berkutat dengan banyak buku, lulus tidaknya hanya ditentukan oleh beberapa hari saja yang bisa jadi pada saat ujian tersebut mental dan fisik tidak dalam keadaan sehat.

Keputusan Menteri nadiem Makarim untuk menghapus ujian nasional juga tidak serta merta hanya berdasarkan pendapatnya saja, akan tetapi ada Penelitian yang dilakukan oleh pengurus besar Persatuan Guru Republik Indonesia atau PGRI pada tahun 2012 dan ternyata hasilnya 70% masyarakat dan guru setuju bahwa Ujian Nasional dihapus.

Kemudian penghapusan ujian nasional tersebut juga mendapatkan izin atau mendapatkan kesepakatan dari Komisi 10 DPR RI dan sebagai penggantinya bahwa dilakukan asesmen melalui pemetaan terhadap 2 kompetensi minimum serta Didik yaitu ada literasi dan juga numerasi.

Jadi tidak berdasarkan mata pelajaran atau penguasaan materi kurikulum seperti yang diterapkan pada ujian nasional sebelumnya. Apakah ada perbedaan? Ya tentu saja ada perbedaan asesmen kompetensi minimum atau AKM ini dan juga survei karakter diberikan kepada peserta didik untuk jenjang sekolah kelas 4 8 dan 11 ini.

b. Penataan USBN 

Dengan adanya penataan usbn berupa pembatasan penerapan dari semangat undang-undang sisdiknas ternyata memberikan kebebasan atau kemerdekaan bagi sekolah untuk menentukan kelulusannya. Sehingga nantinya usbn tersebut diganti dengan asesmen yang diselenggarakan hanya sekolah masing-masing. 

Tujuannya apa yaitu untuk menilai kompetensi peserta didik baik itu tertulis maupun bentuk penilaian komprehensif lainnya seperti portofolio dan penugasan, itulah yang dimaksud dengan konsep merdeka, sehingga guru dan sekolah juga memiliki kebebasan dalam penilaian sekaligus menentukan kelulusan peserta didiknya. 

c. Penyederhanaan rencana pelaksanaan pembelajaran atau RPP 

4 program merdeka belajar selanjutnya adalah tentang RPP, yang merupakan tanggung jawab yang besar bagi seorang guru untuk mampu menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran dengan baik. Nah, dalam kurikulum Merdeka belajar ini yang digawangi oleh guru penggerak maka guru harus membekali diri dengan banyak sumber belajar yang memahami karakter belajar generasi sekarang ini.

Bagaimana guru mampu mencari formula mengonsep dengan baik melalui berbagai macam eksperimen dan juga penelitian tindakan kelas untuk menemukan, bagaimana model pembelajaran yang baik. Bagaimana metode yang tepat dan juga bahan bahan ajar yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik? 

d. PPDB yang lebih akomodatif dan fleksibel 

Pada masa sebelumnya kita sering dipusingkan dengan sistem zonasi. Nah kali ini sistem tersebut semakin disempurnakan tujuannya untuk memperhatikan semangat peserta didik berprestasi untuk masuk sekolah di sekolah favorit dan juga peserta didik kurang mampu. Apakah sistem zonasi tersebut kemudian dihilangkan? Tentu tidak, sistem zonasi tersebut tetap dilaksanakan namun ada perbaikan yang baik berupa perhitungan persentase baru untuk menambah ruang bagi peserta didik berprestasi dan juga penilaiannya dilakukan di bawah tanggung jawab kepada sekolah tersebut.

Bagaimana pembagiannya untuk jalur prestasi memiliki kuota 15% rencananya ditingkatkan menjadi 30%. Kemudian komposisi lengkapnya PPDB di masa-masa selanjutnya terdiri dari minimal 50% diperuntukkan bagi sistem wilayah atau zonasi minimal 15% untuk jalur afirmasi atau peserta didik kurang mampu dan juga maksimal 5% untuk jalur perpindahan. 

2. Episode 2 Program Merdeka belajar 

Nah dalam episode 2 ini, nanti kita akan mengenal adanya istilah kampus merdeka adalah program yang sama-sama diluncurkan oleh Mendikbud yang digawangi oleh Mas menteri Nadiem Makarim yang waktu itu dirapatkan pada kebijakan pendidikan tinggi di gedung D kantor Kemendikbud Jakarta tutup pada hari Jumat tahun 2020 bulan Januari tanggal 24 yah.

Program kampus Merdeka adalah memiliki tujuan untuk memberikan ruang gerak yang lebih luas kepada perguruan tinggi agar memberikan kreasi baru berinovasi lagi yang lebih hebat dan menyiapkan sumber daya Insani yang lebih unggul Serta adanya pengurangan beban administrasi yang sering menjadi masalah 

Ada 4 kebijakan yang dilakukan dalam program Merdeka belajar episode 2 ini. 

a. Pembukaan program studi baru 

Dalam kampus merdeka adalah baik dari perguruan tinggi negeri maupun swasta harus mengajukan dan membuka program studi baru. Namun dengan kualifikasi apabila sudah memiliki akreditasi A dan B dan juga telah melakukan kerja sama dengan organisasi universitas yang masuk dalam peringkat 100 Universitas Dunia terbaik 

b. Sistem akreditasi perguruan tinggi

Dalam kebijakan kampus Merdeka adalah, sistem akreditasi perguruan tinggi terutama reakreditasi bersifat otomatis untuk seluruh peringkat dan bersifat sukarela bagi perguruan tinggi dan program studi yang sudah siap naik peringkat akreditasi, yang ditetapkan oleh Badan Akreditasi Nasional perguruan tinggi atau ban-pt tetap berlaku selama 5 tahun dan saya akan diperbarui 

c. kemudahan menjadi PTN BH 

Kebijakan kampus Merdeka adalah yang ketiga berkaitan dengan kebebasan PTN Badan Layanan Umum Blu dan satuan kerja atau satker untuk menjadi PTN badan hukum PTN BH Kemendikbud akan mempermudah persyaratan PTN blu dan satker untuk menjadi PTN BH tanpa aplikasi tanpa terikat status akreditasi. 

d. Hak belajar 3 semester di luar Prodi

Untuk kebijakan kampus Merdeka adalah pemberian hak kepada mahasiswa untuk mengambil mata kuliah di luar Prodi dan melakukan perubahan sistem kredit semester atau SKS. Tentu saja implementasi kebijakan kampus Merdeka ini sangat membutuhkan dukungan dan juga koordinasi dari berbagai pihak mulai civitas akademik, kementerian lain hingga dunia industri.

Kebijakan Merdeka belajar adalah pastinya akan memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk magang di dunia usaha dan dunia industri dengan jangka waktu yang cukup lama bisa sampai 3 semester 

Nah, untuk program Merdeka belajar episode selanjutnya yaitu 3 dan 4 nanti kita akan bahas di materi atau artikel selanjutnya. Demikian program Merdeka belajar yang digawangi oleh Mas menteri Nadiem Makarim, 2 di antaranya sudah kami jelaskan. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan luas tentang kurikulum Merdeka belajar. Terima kasih.

Post a Comment for "4 Program Merdeka Belajar dalam Episode yang Diluncurkan Nadiem Makarim"