Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

Konsep Kurikulum Merdeka Belajar, Mari Maknai Dengan Senang Hati

Kurikulum merdeka belajar bukan berarti kurikulum yang menjelaskan tentang belajar suka-suka tanpa tujuan yang jelas. Konsep kurikulum merdeka belajar adalah tentang kebebasan memilih konten, sumber belajar, model dan metode pembelajaran, serta produk belajar yang didasari kebutuhan, minat dan bakat, yang pada akhirnya dapat mencapai tujuan yang sama.

Pembelajaran yang merdeka akan membangun konsep belajar yang lebih luas. Contohnya, kita akan mengadakan pembelajaran memasak ayam berbumbu rempah. Maka, kita dapat memberikan kemerdekaan kepada peserta didik untuk memasak dengan berbagai resep, seperti ayam taliwang, ayam betutu, opor ayam, gulai ayam, sate ayam dan lainnya. Meskipun bebas memilih, namun ada batasan yang harus dimasak yaitu bahan dasar ayam dan bumbu rempah. Artinya, mereka memiliki tujuan yang sama, yakni menguasai keterampilan memasak ayam berbumbu rempah tersebut. Demikian yang dinamakan merdeka belajar.

Konsep Kurikulum Merdeka Belajar, Mari Maknai Dengan Senang Hati
Konsep Kurikulum Merdeka Belajar, Mari Maknai Dengan Senang Hati. Foto oleh Yan Krukov.

Mari beranalogi secara sederhana. Dahulu kita belajar menulis menggunakan mesin tik. Tatkala menulis berbunyi berisik "cetrak-cetrik", yang ketika salah, risikonya kita harus menulis ulang. Dibayangkan, kita hidup di zaman perkembangan kini. Teknologi begitu pesat bertumbuh. Kita dipermudah dengan adanya komputer yang memiliki fitur hebat dan canggih. Di saat membutuhkan berkas administrasi yang rapi dan jelas, kita tidak kesulitan mendapatkannya. Kurikulum merdeka pun demikian. Konsep kurikulum merdeka belajar diimplementasikan sesuai kebutuhan perkembangan zaman.

Lantas, apa yang menjadi alasan disusunnya konsep kurikulum merdeka belajar. Jika kita mengulas lebih jauh, pembelajaran yang dilakukan pada masa sebelumnya banyak dilakukan hanya dengan berbasis tekstual, yang kemudian peserta didik dipaksakan untuk memahami materi yang diajarkan, terlebih metodenya hanya dengan berceramah saja. 

Kita tidak menyadari bahwa betapa heterogen peserta didik dengan segala kemampuan dan kebutuhannya. Tentu hal semacam ini tidak akan efektif untuk menggali serta membangun potensi kompetensi anak yang kita didik. Sungguh sayang bukan?

Dari sedikit uraian di atas bisa kita pahami bahwa, pemerintah dalam hal ini disampaikan oleh kementerian pendidikan dan kebudayaan, riset dan teknologi menghadirkan konsep kurikulum merdeka belajar dengan tujuan untuk memberikan kemudahan dalam melaksanakan pendidikan, mengakomodasi segala kebutuhan sekaligus membentuk kecakapan hidup peserta didik yang lebih kompeten.

Post a Comment for "Konsep Kurikulum Merdeka Belajar, Mari Maknai Dengan Senang Hati"