Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

Menyusun Perangkat Ajar: Tujuan Pembelajaran, ATP dan Modul Ajar dalam Kurikulum Merdeka

Menyusun Perangkat Ajar: Tujuan Pembelajaran, ATP dan Modul Ajar dalam Kurikulum Merdeka - Dalam kurikulum terbaru ini, ada istilah baru yang menggantikan beberapa istilah dalam kurikulum 2013, pada konsepnya memiliki kesamaan. Hanya saja, dalam pengembangan perangkat ajar di kurikulum merdeka ini lebih luas dan menyesuaikan kebutuhan pendidikan peserta didik.

Untuk lebih dalam mempelajari tentang perangkat ajar berupa tujuan pembelajaran, alur tujuan pembelajaran (ATP), dan modul ajar, mari simak penjelasan berikut ini.

Menyusun Perangkat Ajar: Tujuan Pelajaran, ATP dan Modul Ajar dalam Kurikulum Merdeka. Foto oleh Karolina Grabowska

Pengertian Capaian Pembelajaran (CP)

Capaian Pembelajaran (CP) merupakan tujuan akhir di setiap fase pembelajaran peserta didik. Capaian pembelajaran (CP) adalah kompetensi minimum yang wajib dicapai peserta didik untuk setiap mata pelajaran. CP dirancang dengan berdasar pada Standar Kompetensi Lulusan (SKL) dan Standar Isi.

CP ditetapkan oleh pemerintah dan tidak dapat diubah. CP hanya memberikan tujuan akhir setiap mata pelajaran dan ketersediaan waktu untuk mencapainya (fase). Untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan tersebut, setiap Satuan Pendidikan memiliki kebebasan untuk memilih alur, cara, dan alatnya masing - masing sesuai titik awal keberangkatan, kondisi, kemampuan, potensi, dan kecepatan masing - masing.

CP disusun dalam bentuk paragraf yang berisi kompetensi yang dituju di akhir fase. Ini berbeda dengan KI KD yang disusun per poin. CP memiliki fleksibilitas tinggi karena memberikan keleluasaan cara dan kecepatan mencapainya, sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan peserta didik.

CP berpusat pada peserta didik dan sangat menghargai keberagaman cara belajar, potensi, minat, bakat, kondisi fisik dan mental, serta latar belakang dan budaya setiap individu. Bagi peserta didik berkebutuhan khusus yang mengalami hambatan intelektual dapat menggunakan CP pendidikan khusus. Peserta didik berkebutuhan khusus tanpa hambatan intelektual dapat menggunakan CP reguler dengan menerapkan prinsip akomodasi dan adaptasi.

Setiap CP suatu mata pelajaran memiliki beberapa elemen atau kelompok kompetensi esensial yang berlaku sama untuk semua fase pada mata pelajaran tersebut. Elemen Dalam CP Masing-masing elemen tersebut memiliki capaian (CP) per fasenya sendiri yang saling menunjang untuk mencapai pemahaman yang dituju.

Peserta didik dapat dikatakan telah mencapai CP apabila telah melakukan salah satu dari keenam Aspek/Facet Pemahaman ini. 6 Aspek/Facet Pemahaman tidak hierarkis/bukan merupakan siklus. Dalam merancang Tujuan Pembelajaran, boleh merujuk pada 6 facet pemahaman Wiggins dan McTighe ini. Kata Kerja Operasional yang digunakan pada setiap facet dapat menggunakan Taksonomi Bloom-Andersen

Langkah Menyusun Tujuan Pembelajaran Menjadi Alur Tujuan Pembelajaran atau ATP

Langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah menurunkan capaian pembelajaran menjadi tujuan pembelajaran yang kemudian dirumuskan menjadi ATP, dengan langkah berikut ini.

  1. Lakukan pengurutan dari konten yang konkret dan berwujud ke konten yang lebih abstrak dan simbolis. Contoh: memulai pengajaran dengan menjelaskan tentang benda geometris terlebih dahulu sebelum mengajarkan aturan teori objek geometris tersebut.
  2. Pengurutan deduktif, artinya pengurutan konten dari bersifat umum ke konten yang spesifik atau khusus. Contoh: menjelaskan konsep database terlebih dahulu sebelum mengajarkan tentang tipe database, seperti hierarki atau relasional.
  3. Mengurutkan konten dari yang paling mudah menjadi sulit. Contoh: mempelajari cara mengeja kata-kata pendek dalam materi bahasa sebelum mengajarkan kaya yang lebih panjang.
  4. Pengurutan Hierarki yang dilaksanakan dengan memberikan pelatihan komponen konten yang lebih mudah terlebih dahulu sebelum berlatih keterampilan yang lebih kompleks. Contoh: Peserta didik belajar tentang penjumlahan sebelum memahami perkalian.
  5. Lakukan pengurutan prosedural seperti mengajarkan tahap pertama dari sebuah prosedur, kemudian membantu peserta didik untuk menuntaskan tahapan selanjutnya..
  6. Scaffolding berupa pengurutan yang meningkatkan standar performa sekaligus mengurangi bantuan secara bertahap. Contoh: Guru mengajarkan anak berenang, guru memperlihatkan cara-caranya, kemudian anak dibantu mempraktikkannya, yang pada akhirnya bisa berenang sendiri.

Menyusun Modul Ajar

Setiap pendidik perlu memiliki rencana pembelajaran untuk membantu mengarahkan proses pembelajaran mencapai CP. Rencana pembelajaran boleh dalam bentuk: (1) rencana pelaksanaan pembelajaran atau yang dikenal sebagai RPP atau (2) dalam bentuk modul ajar.

Berikut ini komponen minimum dalam modul ajar.

  1. Terdapat tujuan pembelajaran yang diambil dari salah satu tujuan dalam alur tujuan pembelajaran.
  2. Disusun langkah-langkah pembelajaran, yang biasanya untuk satu tujuan pembelajaran yang dicapai dalam satu atau lebih pertemuan.
  3. Adanya rencana penilaian atau asesmen untuk di awal pembelajaran beserta instrumen dan cara penilaiannya.
  4. Untuk rencana asesmen akhir pembelajaran, dilakukan untuk mengecek ketercapaian tujuan pembelajaran beserta instrumen serta rubrik pengolahannya.
  5. Media pembelajaran yang digunakan, termasuk bahan bacaan yang digunakan, lembar kegiatan, video, atau tautan situs web yang perlu dipelajari peserta didik.
Nah demikian cara Menyusun Perangkat Ajar: Tujuan Pembelajaran, ATP dan Modul Ajar dalam Kurikulum Merdeka. Sebagai penutup, tujuan utama pembelajaran adalah pemahaman dan kompetensi peserta didik  bukan ketuntasan materi atau tingginya nilai

Post a Comment for "Menyusun Perangkat Ajar: Tujuan Pembelajaran, ATP dan Modul Ajar dalam Kurikulum Merdeka"