Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

Apa Itu Penilaian dan Jenisnya dalam Pembelajaran Inovatif?

Apa Itu Penilaian dan Jenisnya dalam Pembelajaran Inovatif? - Tentu kita sudah tidak asing lagi mendengar kata penilaian. Apalagi bagi Anda yang sedang menempuh pendidikan atau pembina pendidikan, maka penilaian selalu digunakan untuk mengukur keberhasilan atau ketercapaian tujuan pembelajaran. Nah, sebelum kita kupas lebih dalam seperti apa jenis penilaian dalam pembelajaran inovatif, simak paparan awal berikut ini.

Apa Itu Penilaian dan Jenisnya dalam Pembelajaran Inovatif?
Apa Itu Penilaian dan Jenisnya dalam Pembelajaran Inovatif? Foto oleh Tima Miroshnichenko.

Apa itu penilaian?

Asal kata penilaian yakni assessment. Menurut istilah, penilaian merupakan kegiatan untuk memberikan berbagai informasi secara berkesinambungan dan menyeluruh tentang proses dan hasil yang telah dicapai peserta didik (Depdikbud, 1994).

Penilaian adalah salah satu faktor penting untuk membantu peserta didik melakukan refleksi terkait apa yang mereka ketahui, cara belajar, dan bagaimana bertanggung jawab dalam belajar. Penilaian meliputi aspek pedagogi, psikomotor, afektif dan nilai-nilai lainnya. 

Lebih jauh memahami apa itu penilaian, bahwa biasanya dilakukan secara internal oleh orang-orang yang terlibat dalam proses belajar mengajar, misalnya guru menilai prestasi belajar siswa, kepala sekolah menilai kinerja guru, dan lainnya.

Adapun tujuan penilaian menurut Chittenden tahun 1994 adalah sebagai berikut.

  1. Keeping Track, yakni untuk menelusuri dan melacak proses belajar siswa sesuai rencana.
  2. Checking-up, artinya untuk mengecek ketercapaian kompetensi siswa dalam proses pembelajaran.
  3. Finding-out, yaitu untuk mencari, menemukan kekurangan atau kelemahan siswa dalam belajar.
  4. Summing-up, adalah menyimpulkan tingkat penguasaan siswa terhadap kompetensi yang ditetapkan.
Setelah mempelajari apa itu penilaian, maka selanjutnya adalah mari kita membahas jenisnya dalam pembelajaran inovatif.

Jenis penilaian dalam pembelajaran inovatif

Kita mempelajari tentang pembelajaran inovatif, yang kemudian dapat dijelaskan bahwa suatu kegiatan belajar yang dilakukan dengan cara-cara yang baru dan edukatif, atau kegiatan belajar mengajar yang menghasilkan gagasan baru yang kreatif dan bermanfaat.

Adapun jenis penilaian dalam pembelajaran inovatif, yang dapat dipelajari yakni penilaian proses dan hasil belajar, berikut pemaparannya.

1. Penilaian Formatif (Formative Assessment)

Perlu dipahami, penilaian formatif merupakan penilaian yang bertujuan untuk memperbaiki proses pembelajaran. Maksudnya, penilaian ini dilakukan untuk memantau kemajuan belajar siswa selama proses belajar, kemudian menghasilkan feed-back  bagi penyempurnaan program pembelajaran, serta mengidentifikasi kelemahannya sehingga hasil belajar dan proses pembelajaran menjadi lebih baik.

Ada dua manfaat penilaian formatif, yaitu:

a. Manfaat bagi guru

  • Penguasaan peserta didik terhadap bahan pelajaran dapat diketahui, yang kemudian dijadikan dasar apakah materi pelajaran tersebut perlu diulang atau tidak. Jika diulang, maka perlu dipikirkan juga bagaimana strategi pembelajaran yang jitu serta dilakukan secara kelompok atau individu.
  • Penilaian ini adalah hasil belajar dari kesatuan kecil materi pelajaran, yang akhirnya dapat digunakan untuk memprakirakan hasil penilaian sumatif.

b. Manfaat bagi siswa

  • Siswa dapat mengetahui susunan level bahan pelajaran.
  • Dapat dianalisis mana butir soal yang sudah dikuasai atau belum, sebagai dasar pembuatan feed-back bagian mana yang perlu dipelajari secara individual.

2. Penilaian Sumatif (Summative Assessment)

Dalam pembelajaran inovatif, perlu dilaksanakan penilaian sumatif dengan tujuan untuk menentukan nilai berdasarkan tingkatan hasil belajar siswa guna pengisian angka rapor. Sumatif, asal katanya adalah "SUM" yang berarti total obtained by adding together items, numbers or amounts atau penilaian yang dilakukan jika seluruh materi pelajaran dianggap telas selesai dipelajari.

a. Fungsi penilaian sumatif

  • Guna menentukan nilai akhir siswa selama periode tertentu. Contoh: penilaian akhir semester, Penilaian Sekolah. Semuanya untuk mengisi nilai rapor.
  • Untuk menandai terkait kecakapan atau keterampilan siswa selama periode tertentu.
  • Memprakirakan berhasil atau tidaknya siswa dalam pelajaran selanjutnya yang lebih tinggi.

b. Hal yang perlu diperhatikan

  • Pembelajaran yang dilakukan dengan cara menghubungkan materi sebelumnya dengan materi baru yang akan dipelajari.
  • Perhatikan karakteristik siswa sebelum melaksanakan pelajaran.
  • Dapat dimanfaatkan guna penentuan bahan pelajaran selanjutnya.
  • Digunakan untuk mempertimbangkan penyempurnaan dan ruang lingkup materi pelajaran, metode, media, dan sumber belajar yang tepat.

3. Penilaian Penempatan (Placement Assessment)

Tujuan penilaian ini adalah untuk mengetahui kesiapan siswa dalam menghadapi program baru dan ketepatan program pembelajaran inovatif dengan kompetensi siswa. Lebih utamanya, penilaian penempatan dilakukan dalam bentuk pretest sebagai bahan kesimpulan bahwa siswa telah mempunyai kemampuan minimal memahami materi pembelajaran, dan sejauh mana siswa menguasai capaian pembelajaran yang ada dalam modul ajar.

4. Penilaian Diagnostik (Diagnostic Assessment)

Penilaian ini dilakukan sebelum dilaksanakan proses pembelajaran inovatif. Tujuannya untuk menelaah pengetahuan dan keterampilan yang telah dikuasai siswa, yang kemudian digunakan untuk mengetahui kesulitan belajar siswa berdasarkan penilaian formatif sebelumnya. Kesimpulannya, siswa dengan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki, siap untuk mendapatkan materi pelajaran baru atau belum.

Nah demikian beberapa materi untuk menjawab apa itu penilaian dan jenisnya dalam pembelajaran inovatif. Pada dasarnya apa pun dilakukan mengenai penilaian, guru harus benar-benar bijaksana dalam memutuskan/merumuskan jenis penilaian sesuai dengan karakteristik siswa.

Post a Comment for "Apa Itu Penilaian dan Jenisnya dalam Pembelajaran Inovatif?"