Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

Contoh Pengukuran Penilaian dan Evaluasi - Pengertian Penilaian Otentik dan Instrumen Penilaian Pembelajaran dalam Kurikulum 2013

Daftar isi

Contoh pengukuran penilaian dan evaluasi, pengertian penilaian otentik dan instrumen penilaian pembelajaran dalam kurikulum 2013 - Ada 4 konsep atau istilah yang perlu dijelaskan terlebih dahulu yang berkaitan dengan pembahasan evaluasi pembelajaran, yaitu tes, pengukuran, asesmen, dan evaluasi.

Nah, agar lebih memahami contoh pengukuran penilaian dan evaluasi, tuntaskan membaca artikel ini ya.

Pengertian penilaian otentik dan
instrumen penilaian pembelajaran. Foto: Pixabay

Mardapi (2008: 67) menjelaskan bahwa tes adalah sejumlah pertanyaan yang membutuhkan jawaban, atau sejumlah pertanyaan yang harus diberikan tanggapan dengan tujuan mengukur tingkat kemampuan seseorang atau mengungkap aspek tertentu dari orang yang dikenai tes.

Hasil tes digunakan untuk mengetahui kemampuan belajar, meningkatkan aktivitas belajar, dan kegiatan pembelajaran. Jenis tes dapat berupa tes seleksi, tes awal, tes akhir, tes diagnostik, tes formatif, dan tes sumatif.

Contoh Pengukuran Penilaian dan Evaluasi

Hal lebih lanjut yang perlu dipahami tentang contoh pengukuran penilaian dan evaluasi, sebagai berikut.

Pengukuran adalah kegiatan pemberian angka pada suatu atribut atau karakteristik tertentu yang melekat pada objek atau kegiatan atas dasar ketentuan tertentu yang berlaku. Pengukuran (measurement) merupakan proses pemberian angka atau usaha memperoleh deskripsi numerik dari suatu tingkatan peserta didik setelah mencapai karakteristik tertentu.

Sedangkan penilaian adalah suatu proses atau kegiatan yang sistematis dan berkesinambungan untuk mengumpulkan, menganalisis, dan menafsirkan informasi tentang proses dan hasil belajar peserta didik dalam mencapai tujuan pembelajaran dan dalam rangka membuat keputusan-keputusan instruksional berdasarkan kriteria dan pertimbangan tertentu.

Prinsip-prinsip penilaian yakni mendidik, terbuka, menyeluruh, terintegrasi, objektif, sistematis, dan berkesinambungan.

Adapun tujuan penilaian antara lain.

  1. Mengetahui tingkat pemahaman konsep peserta didik terhadap materi yang telah diajarkan.
  2. Memberikan umpan balik kepada guru dan peserta didik tentang kemajuan dalam rangka mendukung pembelajaran selanjutnya.
  3. Mengetahui tingkat kemajuan dan kesesuaian hasil belajar peserta didik dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang ditetapkan.
  4. Mendiagnosis keunggulan dan kelemahan peserta didik dalam mengikuti kegiatan pembelajaran.

Pengertian Penilaian Otentik

Sesuai dengan Permendikbud No. 23 Tahun 2016 tentang Standar Penilaian Pembelajaran Dikmenum, instrumen penilaian pembelajaran yang digunakan dalam kurikulum 2013 adalah penilaian otentik.

Menurut Nurhadi (2004: 172), pengertian penilaian otentik adalah proses pengumpulan informasi oleh guru tentang perkembangan dan pencapaian pembelajaran yang dilakukan oleh peserta didik melalui berbagai teknik yang mampu mengungkapkan, membuktikan atau menunjukkan secara tepat bahwa tujuan pembelajaran telah benar-benar dikuasai dan dicapai.

Karakteristik pengertian penilaian otentik antara lain:

  1. melibatkan pengalaman nyata (involves real-world experience);
  2. dilaksanakan selama dan sesudah proses pembelajaran berlangsung;
  3. mencakup penilaian pribadi (self assessment) dan refleksi;
  4. yang diukur keterampilan dan performansi, bukan mengingat fakta;
  5. berkesinambungan;
  6. terintegrasi;
  7. dapat digunakan sebagai umpan balik;
  8. kriteria keberhasilan dan kegagalan diketahui peserta didik dengan jelas.

Instrumen Penilaian Pembelajaran

Instrumen penilaian pembelajaran dalam kurikulum 2013 berupa penilaian otentik terdiri atas.

1. Penilaian sikap, yaitu bentuk penilaiannya menggunakan observasi, penilaian diri, dan penilaian antar teman, dan jurnal.

2. Penilaian pengetahuan, yaitu penilaian yang dilakukan untuk mengetahui penguasaan peserta didik yang meliputi pengetahuan faktual, konseptual, maupun prosedural serta kecakapan berpikir tingkat rendah hingga tinggi.

  • Bentuk instrumen tes tertulis meliputi benar-salah, menjodohkan, pilihan ganda, isian/melengkapi, dan uraian.
  • Bentuk instrumen tes lisan meliputi tanya jawab atau wawancara.
  • Bentuk instrumen penugasan meliputi tugas individu atau kelompok.

3. Penilaian keterampilan, yaitu bentuk penilaiannya dilakukan dengan cara penilaian kinerja, penilaian proyek, dan penilaian portofolio.

Adapun evaluasi merupakan kegiatan untuk menetapkan keberhasilan atau kualitas suatu program. Evaluasi berhubungan erat dengan keputusan nilai (value judgement).

Berikut ini jenis evaluasi, antara lain.

  1. Evaluasi sumatif, yaitu evaluasi yang dilakukan untuk menentukan hasil dan kemajuan belajar peserta didik.
  2. Evaluasi formatif, yakni evaluasi yang dilaksanakan untuk memperbaiki dan meningkatkan proses belajar mengajar.
  3. Evaluasi proses, adalah evaluasi yang dimaksudkan untuk melihat proses pelaksanaan, baik mengenai kelancaran proses, kesesuaian dengan rencana, faktor pendukung dan hambatan yang muncul dalam proses pelaksanaan, dan sejenisnya.
  4. Evaluasi hasil, merupakan evaluasi pembelajaran yang ditujukan untuk mengetahui tingkat keberhasilan belajar peserta didik.
  5. Evaluasi hasil belajar, artinya evaluasi yang mencakup tingkat penguasaan peserta didik terhadap tujuan pembelajaran yang ditetapkan, baik umum maupun khusus, ditinjau dalam aspek kognitif, afektif, dan psikomotor.
Perlu diketahui bahwa di dalam konsep evaluasi termuat konsep asesmen, pengukuran, dan tes. Evaluasi dapat terlaksana manakala telah dilaksanakan kegiatan asesmen. Kualitas asesmen ditentukan oleh kegiatan pengukuran, yang salah satu bentuknya adalah tes.

Nah, demikian contoh pengukuran penilaian dan evaluasi - pengertian penilaian otentik dan instrumen penilaian pembelajaran dalam kurikulum 2013. Semoga bermanfaat. 

Post a Comment for "Contoh Pengukuran Penilaian dan Evaluasi - Pengertian Penilaian Otentik dan Instrumen Penilaian Pembelajaran dalam Kurikulum 2013"