Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

Pahlawan Emansipasi Wanita: R.A. Kartini, Biografi Tokoh Terkenal di Indonesia

Pahlawan Emansipasi Wanita: R.A. Kartini - Lahir di Mayong, Jepara, Jawa Tengah. R.A Kartini merupakan keturunan salah satu bangsawan Jawa. Sebelum menikah, ia menggunakan gelar R.A. (Raden Ajeng). Menurut tradisi Jawa, gelar kebangsawanannya berubah setelah menikah menjadi R.A. (Raden Ayu).

Pahlawan Emansipasi Wanita: R.A. Kartini

R.A. Kartini mendapatkan pendidikan yang baik di ELS (Europese Lagere School). Hal itu diperoleh karena ia terlahir dari keluarga bangsawan. Dengan ketekunannya, ia belajar bahasa Belanda dan menuntut ilmu hingga usianya 12 tahun.

Seperti adat Jawa yang kental, wanita yang berumur cukup diharuskan tinggal di rumah dan dipingit. Hingga akhirnya Kartini tidak lagi bisa melanjutkan pendidikannya karena dilarang oleh ayahnya.

Kartini memang seorang yang cerdas dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, sehingga untuk menghilangkan kebosanan selama masa dipingit, ia gunakan waktunya dengan banyak membaca buku. Alhasil, ia tumbuh dengan pola pemikiran yang luas.

Dengan kecerdasan dan keberaniannya, ia mulai membandingkan keadaan wanita Barat dengan wanita Indonesia. Kemudian tertarik dan memutuskan untuk mengubah dan berupaya memajukan perempuan pribumi. Ia bertekad memperjuangkan hak-hak perempuan. Aksinya tersebut yang menjadikannya dikenal sebagai pahlawan emansipasi wanita.

Oleh keluarganya, Kartini dijodohkan dengan Bupati Rembang, KRM Adipati Ario Singgih pada tahun 1903. Namun pada akhirnya, ia meninggal dunia pada tanggal 21 April 1879, tidak lama setelah melahirkan putra satu-satunya dari hasil pernikahannya.

Pada tahun 1911, terbitlah satu judul buku berjudul "Habis Gelap Terbitlah Terang", terjemahan dari judul aslinya yang berbahasa Belanda yakni 'Door Duisternis tot Licht'. Buku tersebut tercipta berawal dari aksi seorang pria Belanda yang mengumpulkan surat-surat yang pernah ditulis oleh R.A. Kartini pada temannya di Belanda kala itu.

Diketahui isi surat-surat tersebut merupakan hasil pemikiran dan gagasan R.A. Kartini tentang emansipasi wanita. Sebagai bentuk penghormatan, kemudian dibangunlah sebuah sekolah wanita di bawah naungan Yayasan Kartini di Semarang, sekaligus upaya untuk mengenang perjuangan beliau dalam membela kesetaraan hak kaum perempuan Indonesia agar setara dengan kaum pria.

Post a Comment for "Pahlawan Emansipasi Wanita: R.A. Kartini, Biografi Tokoh Terkenal di Indonesia"