Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

Cara Mengatasi Kesulitan Belajar Peserta Didik serta Memahami Kesiapan Belajar Paling Sukses

Secara sederhana, definisi kesulitan belajar atau learning difficulty yaitu peserta didik tidak mampu belajar sebagaimana mestinya karena faktor dalam diri. Contoh sederhananya seperti peserta didik tidak mampu mencapai ukuran keberhasilan tingkat penguasaan minimal dalam pelajaran tertentu, di bawah potensi yang diperkirakan, tidak mampu menyelesaikan tugas sesuai tingkat perkembangannya, tidak mampu menguasai pengetahuan prasyarat, dan lainnya. 

Cara mengatasi kesulitan belajar peserta didik, terlebih dahulu dapat dilakukan diagnostik kesulitan belajar dengan hal berikut: tes, wawancara, kuisioner/angket, observasi, hingga pemeriksaan medis.

Cara mengatasi kesulitan belajar peserta didik. Foto: Pixabay

Menurut Mulyadi (2010), Kesulitan belajar dapat dibedakan menjadi 5 jenis, di antaranya:

  1. Learning Disorder (ketergangguan belajar): keadaan di mana proses belajar seseorang terganggu karena timbul respon yang bertentangan.
  2. Learning Disabilities (ketidakmampuan belajar): ketidakmampuan seseorang peserta didik yang mengacu kepada gejala di mana tidak mampu belajar sehingga hasil belajar di bawah potensi intelektualnya.
  3. Learning Disfungtion (ketidakfungsian belajar): proses belajar tidak berfungsi dengan baik meskipun pada dasarnya tidak ada tanda-tanda subnormalitas mental, alat indera atau gangguan-gangguan psikologis lainnya.
  4. Under Achiever (pencapaian rendah): peserta didik memiliki tingkat potensi intelektual di atas normal, tetapi prestasi belajarnya tergolong rendah.
  5. Slow Learner (lambat belajar): peserta didik yang lambat dalam proses belajar sehingga membutuhkan waktu dibandingkan dengan peserta didik yang lain yang memiliki taraf potensi intelektual yang sama. 
Dalam konsep mastery learning, ada beberapa identifikasi gejala psikologis dalam kesulitan belajar peserta didik, seperti lambat dalam melakukan aktivitas (menyelesaikan tugas belajar), menunjukkan sikap kurang produktif bahkan kurang pantas, tingkah laku yang tidak wajar, dan menunjukkan emosi yang begatif: marah, tidak acuk, mudah tersinggung, pemurung, dan sebagainya.

Bagi guru, selain mengatasi kesulitan belajar, memahami kesiapan peserta didik dalam proses pembelajaran merupakan hal yang sangat penting. Hal ini dilakukan agar guru dapat memberikan tindak lanjut atau saran tertentu untuk mempersiapkan kondisi peserta didik dalam proses pembelajaran. Kesiapan belajar peserta didik merupakan keadaan seorang peserta didik atau sekelompok peserta didik untuk menentukan tindakan yang mencakup kesiapan fisik, psikis, dan kognisi.

Identifikasi kesiapan peserta didik yang ditandai dengan tidak mengantuk saat di kelas, tidak mengalami gangguan panca indera, seperti mata dan telinga, tidak mudah lesu di kelas, dan peserta didik dalam kondisi sehat merupakan bagian kesiapan peserta didik dalam proses pembelajaran. Apabila ditemukan adanya peserta didik yang memiliki permasalahan atau tidak siap dalam kegiatan pembelajaran, dapat dilakukan konseling terhadap peserta didik tersebut. Salah satu caranya adalah dengan mengajak diskusi secara personal untuk menyelesaikan masalah tersebut. 

Hal lain yang tidak kalah penting yakni bagaimana caranya untuk mengatasi kebosanan dan ketidakantusiasan peserta didik dalam pembelajaran adalah dengan menggunakan variasi strategi pembelajaran. Dengan demikian, guru dapat melakukan variasi strategi pembelajaran secara inovatif seperti pembelajaran berbasis permainan, pembelajaran aktif (active learning), pembelajaran di luar ruangan, dan strategi lainnya.

Post a Comment for "Cara Mengatasi Kesulitan Belajar Peserta Didik serta Memahami Kesiapan Belajar Paling Sukses"