Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

Apa yang Dimaksud Evaluasi: Tujuan, Fungsi, Prinsip, dan Jenis Evaluasi Pembelajaran

Apa yang Dimaksud Evaluasi: Tujuan, Fungsi, Prinsip, dan Jenis Evaluasi Pembelajaran - Salah satu kompetensi yang harus dikuasai oleh guru adalah mampu melakukan evaluasi dengan baik, baik di dalam maupun di luar proses pembelajaran. Maka penting untuk dipelajari tujuan, fungsi, prinsip, dan jenis evaluasi pembelajaran hingga tuntas.

Apa yang Dimaksud Evaluasi: Tujuan, Fungsi, Prinsip, dan Jenis Evaluasi Pembelajaran. Foto oleh Arthur Krijgsman.

Apa yang dimaksud Evaluasi?

Evaluasi memiliki penjabaran yang lebih luas dibandingkan dengan penilaian. Berbeda dengan penilaian yang hanya berfokus pada satu aspek, evaluasi ada banyak aspek yang menjadi perhatian terutama untuk menilai sistem pembelajaran.

Evaluasi yang dilakukan oleh guru, hasilnya dapat digunakan untuk menjadi umpan balik atau feed-back bagi guru untuk melakukan perbaikan dan penyempurnaan program serta pelaksanaan pembelajaran. 

Menurut Guba dan Lincoln (1985), evaluasi merupakan suatu proses untuk menggambarkan peserta didik dan menimbangnya dari segi nilai dan arti. 

Evaluasi yang dilakukan dipengaruhi oleh beragam pengamatan, latar belakang dan pengalaman praktis evaluator itu sendiri. Evaluasi dapat disimpulkan sebagai proses yang sistematis dan berkelanjutan untuk menentukan kualitas (nilai dan makna) dari sesuatu yang didasari pertimbangan serta kriteria tertentu dalam menghasilkan keputusan. 

Ditegaskan bahwa evaluasi bukan suatu produk atau hasil melainkan sebuah proses untuk mendapatkan kualitas yang menyangkut tentang nilai atau makna. Untuk itu, evaluasi yang dilakukan dalam suatu proses pembelajaran harus berdasarkan pertimbangan sebagai berikut.

  1.  Hasil evaluasi dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
  2.  Hindari unsur subjectivities,
  3.  Memberikan kemudahan bagi evaluator dalam melakukan penafsiran hasil evaluasi.
Sebagai kesimpulan, apa yang dimaksud evaluasi dalam pembelajaran? Yaitu suatu proses atau kegiatan yang sistematis, berkelanjutan, dan menyeluruh dalam rangka pengendalian, penjaminan, dan penetapan kualitas (nilai dan makna) pembelajaran terhadap berbagai komponen pembelajaran berdasarkan pertimbangan dan kriteria tertentu, sebagai bentuk pertanggungjawaban guru dalam melaksanakan pembelajaran.

Tujuan Evaluasi Pembelajaran

Sebelum melakukan evaluasi, penting bagi guru untuk mengetahui tujuan evaluasi pembelajaran untuk menghindari kesulitan dalam perencanaan dan pelaksanaan evaluasi. Secara umum, tujuan evaluasi pembelajaran adalah untuk mengetahui keefektifan dan efisiensi sistem pembelajaran yang menyangkut tujuan, materi, metode, media, sumber belajar, lingkungan dan sistem penilaian itu sendiri.

Ada dua strategi untuk merancang tujuan evaluasi secara khusus, yakni

  1. Memerinci ruang lingkup evaluasi meliputi ilmu pengetahuan yang terkandung dalam silabus mata pelajaran.
  2. Melakukan perincian proses mental yang akan dievaluasi berkaitan dengan jenjang pengetahuan seperti yang dikembangkan Bloom dkk.

Adapun tujuan evaluasi pembelajaran secara khusus yaitu untuk mendapatkan memperoleh informasi yang menyeluruh perihal karakteristik peserta didik sehingga dapat melakukan pembinaan dan bimbingan secara optimal.

Secara luas, tujuan evaluasi pembelajaran dilakukan untuk mengetahui tingkat kompetensi pedagogi, psikomotor, afektif, dan nilai-nilai peserta didik untuk jenis pekerjaan, jabatan atau pendidikan tertentu.

Fungsi Evaluasi Pembelajaran

Betapa luasnya fungsi dari evaluasi pembelajaran yang harus dipahami dengan baik.  Menurut Scriven (1967), fungsi evaluasi pembelajaran terbagi dua yakni fungsi formatif berkaitan dengan hasil evaluasi yang diarahkan untuk memperbaiki bagian tertentu atau sebagian besar kurikulum yang dikembangkan, dan fungsi sumatif yang ditujukan untuk membuat kesimpulan mengenai kebaikan sistem secara keseluruhan.

Secara khusus, berikut ini fungsi evaluasi pembelajaran.

  1. Fungsi secara psikologis bagi peserta didik perlu mengetahui prestasi belajarnya sehingga ia merasakan kepuasan dan ketenangan.
  2. Fungsi sosiologis, evaluasi pembelajaran ini digunakan untuk mengetahui apakah peserta didik siap atau tidak untuk berkontribusi di masyarakat melalui kemampuan berkomunikasi dan beradaptasi secara menyeluruh.
  3. Fungsi didaktis-metodis, artinya membantu guru dalam menempatkan peserta didik pada kelompok tertentu sesuai kemampuan dan kecakapannya masing-masing serta membantu guru dalam memperbaiki proses pembelajarannya.
  4. Selanjutnya, fungsi evaluasi pembelajaran untuk mengetahui taraf kesiapan peserta didik dalam menempuh program pendidikannya.
  5. Evaluasi pembelajaran berfungsi untuk memberikan laporan tentang kemajuan belajar peserta didik kepada orang tua, pejabat pemerintah yang berwenang, kepala sekolah, guru, dan peserta didik itu sendiri.

Prinsip-Prinsip Evaluasi Pembelajaran

Sebuah kewajiban bagi guru untuk memberikan pelayanan terbaik kepada peserta didiknya. Maka untuk memperoleh hasil evaluasi pembelajaran yang baik, evaluasi harus dilakukan dengan memperhatikan prinsip-prinsip evaluasi pembelajaran berikut ini.

1. Kontinuitas

Peserta didik akan terus bertumbuh dan berkembang. Maka, prinsip evaluasi pembelajaran tidak hanya dilakukan secara insidental, namun sebuah proses yang harus dilakukan secara berkelanjutan atau kontinu. Artinya, hasil evaluasi yang didapat dari suatu waktu harus senantiasa dihubungkan dengan hasil-hasil pada waktu sebelumnya untuk mendapatkan gambaran jelas terhadap perkembangan peserta didik.

2. Komprehensif

Dalam prinsip evaluasi ini, dilakukan secara menyeluruh terhadap peserta didik. Apa saja objek evaluasinya, yakni berkaitan dengan kognitif, afektif, serta psikomotor yang dimiliki atau ditunjukkan oleh peserta didik.

3. Adil dan Objektif

Untuk mendapatkan hasil evaluasi yang baik, maka seorang guru harus menghindari sikap subjectivities berupa perasaan suka atau tidak suka terhadap peserta didik. Yang perlu dikedepankan adalah sikap objektivitas yakni evaluasi berdasarkan kemampuan yang dimiliki oleh peserta didik apa adanya berdasarkan data dan fakta.

4. Kooperatif

Artinya, untuk memberikan kenyamanan dan kepuasan kepada semua pihak atas hasil evaluasi, maka hendaknya guru bekerja sama dengan wali peserta didik, teman sejawat, kepala sekolah, bahkan dengan peserta didik itu sendiri.

5. Praktis

Perlu diperhatikan bahwa dalam melakukan prinsip evaluasi perlu dilakukan dengan cara-cara yang praktis, mudah dipahami dan digunakan oleh peserta didik. Oleh karenanya, perhatikan kaidah kebahasaan dan susun petunjuk mengerjakan soal dengan jelas.

Jenis Evaluasi Pembelajaran

Berdasarkan beberapa uraian di atas, dimulai dari apa yang dimaksud evaluasi, tujuan evaluasi pembelajaran, fungsi evaluasi pembelajaran, prinsip-prinsip pembelajaran, kini dapat kita simpulkan beberapa jenis evaluasi pembelajaran yang harus dipelajari hingga tuntas, antara lain.

1. Evaluasi Perencanaan dan Pengembangan

Setiap pekerjaan dibutuhkan perencanaan dan pengembangan yang matang agar hasilnya optimal. Pentingnya evaluasi perencanaan dalam penyusunan program pembelajaran terutama yang berkaitan dengan kelayakan dan kebutuhan. Dengan demikian, evaluasi dilakukan sebelum disusunnya rencana dan pengembangan program pembelajaran tersebut.

2. Evaluasi Monitoring

Evaluasi ini dimaksudkan untuk mengontrol penggunaan sumber dan waktu pelaksanaan pembelajaran. Dengan tujuan untuk memandu ketercapaian sasaran secara efektif dan efisien seluruh program pembelajaran yang telah direncanakan.

3. Evaluasi Dampak

Indikator evaluasi jenis ini adalah berupa dampak yang dihasilkan oleh suatu program pembelajaran. Kriteria keberhasilan proses pembelajaran dapat dijadikan sebagai indikator ketercapaian tujuan program pembelajaran.

4. Evaluasi Efisiensi-Ekonomis

Jenis evaluasi pembelajaran ini dimaksudkan untuk menilai tingkat efisiensi pelaksanaan program pembelajaran. Adanya pengendalian perbandingan jumlah biaya, tenaga, dan waktu yang diperlukan dalam suatu program pembelajaran dengan program lainnya dengan tujuan yang sama.

5. Evaluasi Program Komprehensif

Evaluasi ini disebut juga dengan educational system evaluation model. Artinya evaluasi yang ditujukan untuk menilai program pembelajaran secara keseluruhan, dimulai dari perencanaan, pelaksanaan, monitoring, dampak, keefektifan, dan efisiensi pembelajaran.

Sebagai penutup, dapat dipahami bahwa evaluasi memiliki kedudukan yang sangat vital dan strategis dalam suatu proses pembelajaran yakni sebagai salah satu komponen yang saling berinteraksi, berinterelasi, dan berinterdependensi dari pembelajaran itu sendiri.

Post a Comment for "Apa yang Dimaksud Evaluasi: Tujuan, Fungsi, Prinsip, dan Jenis Evaluasi Pembelajaran"