Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

Resensi Buku Novel Detektif Tanpa Nama Karya Chris Oetoyo

Resensi Buku Novel Detektif Tanpa Nama Karya Chris Oetoyo - Kamu mungkin pernah membaca resensi buku novel dan merasakan nilai dari hasil membacanya. Untuk memahami buku pada tingkat tinggi kamu harus bisa membayangkan apa yang tertulis di buku itu.

Resensi Buku Novel Detektif Tanpa Nama

Tahukah kamu bahwa ekspresi kreatif dari isi buku yang kita baca disebut resensi.
Tujuan pembuatan resensi adalah sebagai berikut.
  1. Memberikan perhatian kepada pembaca kelebihan dan kekurangan isi buku.
  2. Ajak pembaca untuk membaca buku yang telah dikaji.
  3. Menerangkan siapa penulisnya? Bagaimana cara menulis buku? Jelaskan bagaimana hubungannya dengan kegiatan lain.

Berikut ini contoh resensi buku novel Detektif Tanpa Nama karya Chris Oetoyo.

A. Identitas Buku
Judul  : Detektif Tanpa Nama Penulis : Chris Oetoyo Penerbit   : Qibla Tahun Terbit : 2013 Cetakan ke : Pertama
Tebal Hal. : 100

Farik si cerdas, Farisya si pemberani, Ali si gendut, dan Dio si sok tahu. Mereka berempat adalah bersahabat. Semua senang mendengarkan dongeng yang dibuat oleh Kakek Warso. Bahkan mereka sering bermain ke rumahnya untuk mendengarkan dongeng.

Kakek Warso adalah seorang lelaki tua yang tinggal di sebuah bukit. Dia hidup sendiri dan istrinya sudah lama meninggal tanpa memiliki anak. Kakek Warso tidak hanya seorang pendongeng yang baik tetapi juga seorang penulis.

Di suatu hari, Farik, Farisya, Ali dan Dio datang ke rumah Kakek Warso, namun anehnya sedari awal dipanggil tidak menjawab. Ternyata Kakek Warso hilang secara tiba-tiba bersama buku-buku dongengnya. Beruntung ada satu buku kuno yang pernah ditawar kolektor dengan harga puluhan juta tidak ikut hilang.

Mereka pergi ke sawah untuk mencari Pak Rojak dengan niat memberi tahu bahwa Kakek Warso hilang. Pak Rojak adalah seorang petani yang sering datang menemani Kakek Warso. Pak Rojak yang sedang mencangkul di sawah ternyata belum mengetahui kejadian tersebut.

Beberapa hari kemudian, mereka menyelidiki kejadian tersebut. Ternyata Kakek Warso disekap dalam rumah tua di tengah hutan dekat kebun teh. Di ketahui yang melakukannya adalah Pak Mandor dan dua anak buahnya.

Sebelumnya mandor telah mencuri barang antik dari rumah tuan Pak Sumantri. Dia kemudian menyekap Kakek Warso karena ingin menjual buku-buku dongeng dengan harga selangit.

Keesokan harinya Pak Mandor dan dua anak buahnya dibawa oleh polisi untuk mempertanggungjawabkan atas perbuatan jahatnya.

Resensi Buku Novel Detektif Tanpa Nama Karya Chris Oetoyo

B. Hal Menarik/Berkesan

Gambaran tentang persahabatan yang erat sehingga mudah menyelesaikan suatu permasalahan dengan cepat dan tuntas.

C. Manfaat Buku

Ceritanya menghibur pembaca. Terdapat banyak nilai yang bisa dijadikan pelajaran tentang persahabatan.

D. Kekurangan dan Kelebihan

Kekurangannya adalah kurang gambar atau ilustrasi dari beberapa adegan sehingga memberikan kesan sedikit membosankan ketika dibaca. Selain itu masih menggunakan kertas buram yang membuat perih di mata. Namun kelebihan dari buku tersebut dari desain sampul yang menarik sesuai isi ceritanya.

E. Kesimpulan

Sebagai saran yakni sebaiknya buku tersebut menggunakan kertas yang lebih cerah. Jika berbicara tentang isinya, tentu saja sangat menghibur, menginspirasi dan memberikan pemahaman yang baik tentang arti persahabatan.

Post a Comment for "Resensi Buku Novel Detektif Tanpa Nama Karya Chris Oetoyo"