Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

Kaidah Kebahasaan Teks Biografi, Menulis Teks Biografi Secara Logis dan Kreatif

Menulis Teks Biografi

Untuk memahami sebuah teks biografi, tentu belum cukup jika hanya mempelajari ciri-ciri teks biografi dan strukturnya saja. Anda juga perlu menelaah penggunaan kaidah kebahasaan teks biografi. Selain itu, bagaimana penggunaan tanda baca, pemakaian huruf, penulisan kata, dan penulisan unsur serapan. Setiap teks biografi memiliki kaidah kebahasaan untuk menggambarkan kisah hidup seseorang. 

Kaidah Kebahasaan Teks Biografi

Beberapa kaidah kebahasaan yang terdapat dalam teks biografi adalah sebagai berikut.

1.  Kata Ganti Orang (Pronomina Persona)

Kata ini digunakan untuk untuk menggantikan nomina yang sudah diketahui agar tidak disebutkan berulang-ulang. Kata ganti biasanya terletak pada subjek atau objek. Adapun kata ganti orang terdiri beberapa jenis, yaitu

  • Kata ganti orang pertama tunggal (contoh: saya, aku, dll) dan kata ganti orang pertama jamak (contoh: kami, kita).
  • Kata ganti orang kedua tunggal (Contoh: kamu, anda, engkau) dan kata ganti orang kedua jamak (contoh: kalian).
  • Kata ganti orang ketiga tunggal (contoh: dia, ia, beliau) dan kata ganti orang ketiga jamak (contoh: mereka).

2.  Kata Kerja Material

Kata kerja atau verba yang menunjukkan aktivitas, yang sedang dilakukan subjek dalam bentuk tindakan fisik atau mental. Contoh, kata memahat dan mewarnai dalam sebuah kalimat merupakan kata kerja material.

  • Kakek memahat kayu jati.
  • Adik mewarnai gambar pegunungan.

3.  Kata Sifat

Kata sifat atau adjektiva merupakan kata yang menjelaskan atau membuat kata benda atau kata ganti orang lebih spesifik atau khusus. Dapat menerangkan kuantitas, kecukupan, urutan, kualitas, maupun penekanan suatu kata. Contoh:

  • Ki Hadjar Dewantara dikenal sebagai penulis handal.
  • Tulisan-tulisannya sangat komunikatif, tajam, dan patriotik.

4.  Kata Kerja Pasif

Berupa kata kerja yang subjeknya dikenai suatu pekerjaan. Umumnya menggunakan imbuhan di- atau ter-. Contoh:

  • Ia dibesarkan di lingkungan keluarga keraton Yogyakarta.
  • Ki Hadjar Dewantara dipercaya Presiden Soekarno untuk menjadi menteri.

 5.  Kata Kerja Aktivitas Mental

Kata ini merupakan jenis kata kerja yang mengutarakan suatu respons atau reaksi individu terhadap sebuah sikap, kondisi, atau pengalaman tertentu. Contoh:

  • Ki Hadjar Dewantara semakin mencurahkan perhatiannya pada bidang pendidikan.
  • Mereka menghendaki dibuang ke Negeri Belanda.
6.  Kata Penanda Urutan Waktu

Jenis kata ini terdiri atas kata hubung (konjungsi), kata depan (preposisi), dan kata benda (nomina) yang berkenaan dengan urutan waktu (kronologis). Contoh:

  • Pada masanya, Ki Hadjar Dewantara dikenal sebagai penulis andal.
  • Akhirnya, mereka diizinkan ke Negeri Belanda sejak Agustus 1913.

Selain kaidah kebahasaan teks biografi yang harus dipelajari untuk memahami apa yang terkandung di dalamnya. Anda juga perlu mengasah kemampuan menulis biografi secara logis dan kreatif. Salah satu teknik mengembangkan tulisan biografi adalah berdasarkan bentuk informasi lain seperti infografik. Dari infografik tersebut dapat dikembangkan menjadi sebuah paparan teks biografi.

Baca juga: Ciri-Ciri Teks Biografi, Struktur Teks Biografi dan Penjelasannya

Menulis Teks Biografi Secara Logis dan Kreatif

Setelah Anda memahami ciri-ciri teks biografi, struktur, kaidah kebahasaan teks biografi, tentunya akan lebih mantap jika Anda juga mampu menulis teks biografi melalui sebuah riset atau penelitian sederhana dengan disertai kutipan atau rujukan yang jelas.

Berikut ini langkah-langkah menulis teks biografi secara logis dan kreatif, silakan dicermati.

1.  Memilih Tokoh atau Sosok

Hal penting, tokoh yang dipilih harus memiliki kisah hidup inspiratif dan bermanfaat atau sebagai bahan pelajaran hidup untuk pembacanya. Anda bisa mengawali dengan membuat daftar nominasi, diskusikan, dan pilih salah satu tokoh yang dirasa paling tepat.

2.  Menentukan Teknik Pencarian Data

Penentuan teknik pencarian data dilakukan untuk memastikan agar cara yang digunakan cukup efektif dan efisien. Dapat berupa teknik wawancara, telaah dokumen, pengumpulan video, foto, dan hasil rekaman. Gunakan beberapa teknik agar hasilnya lebih komprehensif. Sebelum melaksanakan, buatlah perencanaan terlebih dahulu agar pencarian data dapat lebih terarah.

3.  Mencari Data Tentang Tokoh

Pencarian data tokoh mencakup berbagai hal tentang kehidupannya. Dimulai dengan identitas lengkap, identitas orang tua, pendidikan, pekerjaan, dan prestasi. Dilanjutkan dengan mencari data peristiwa, kejadian, pemikiran, sikap, atau pandangan tokoh secara lebih terperinci. Untuk mempermudah mencatat hasilnya, Anda dapat membuat daftar cek, lalu tambahkan sumber informasi dengan memerhatikan kaidah penulisan rujukan atau referensi sumber informasi.

4.  Memilih Data yang Relevan Tentang Tokoh

Dari hasil pencarian data, Anda perlu memilah-milah, petakan dengan alur yang jelas dan menarik. Cari data yang benar-benar penting, karena tidak semua data dapat digunakan untuk bahan menulis teks biografi. Gunakan data yang menunjukkan keunggulan atau keistimewaan toko, dan bermanfaat untuk pembaca.

5.  Menyusun Kerangka Tulisan

Dari semua hal di atas, agar lebih mudah dalam mengembangkan data menjadi sebuah paparan, maka Anda dapat menyusun kerangka teks biografi. Strukturnya terdiri dari bagian orientasi, masalah/peristiwa penting, dan reorientasi. Lebi rinci Anda dapat menuliskan ide pokok dan ide penjelas masing-masing paragraf.

6.  Mengembangkan Kerangka menjadi Bentuk Biografi

Pada tahap ini, Anda mengembangkan kerangka menjadi sebuah tulisan yang utuh. Gunakan diksi yang menarik, susun kata demi kata menjadi kalimat, paragraf demi paragraf, hingga membentuk suatu kesatuan dan tulisan utuh. Perhatikan dengan saksama diksi, struktur kalimat, hubungan antarkalimat, kepaduan antarparagraf, dan kesatuan gagasan dalam paragraf untuk meminimalkan koreksi kesalahan pada tahap selanjutnya.

7.  Merevisi Kembali Hasil Tulisan Utuh

Hasil tulisan yang dikembangkan perlu ditelaah kembali untuk mendapatkan sebuah tulisan yang baik dan menarik. Revisi atau perbaikan tulisan mencakup beberapa hal, yaitu diksi, penulisan tanda baca, penulisan kata serapan, struktur kalimat, paragraf, dan sebagainya. Sebelum dipublikasikan, ada baiknya jika tulisan dibaca oleh orang lain untuk mendapatkan sudut pandang yang berbeda sekaligus sebagai penyempurnaan tulisan.

8.  Publikasikan

Setelah melalui proses editing atau revisi, hasil menulis teks biografi dapat dipublikasikan melalui majalah dinding sekolah, tabloid sekolah, blog sekolah, atau media sosial. Tambahkan foto, gambar, ilustrasi, infografik, atau peta pikiran agar lebih menarik.

Nah, demikian kaidah kebahasaan teks biografi yang perlu Anda pelajari, agar mampu menganalisis isi sebuah teks biografi dengan mudah. Selain itu, Anda dapat berlatih menulis teks biografi secara logis dan kreatif dengan melaksanakan langkah-langkah di atas secara konsisten. Terus berlatih untuk meningkatkan kemampuan Anda dalam menulis teks biografi yang menarik dan bermanfaat.

Post a Comment for "Kaidah Kebahasaan Teks Biografi, Menulis Teks Biografi Secara Logis dan Kreatif"